Satu Penyesalan


Cerpen ini tiada kena mengena dengan insan yang hidup atau yang telah mati...sekadar penulisan saja...kiranya ada hanya kebetulan dan luahan rasa penulis...namun jadikan iktibar dalam hidup...dan masa yang terhidang dengan dosa -dosa itu pasti takkan diputar kembali...yang pastinya  penyesalan itu lebih baik dari terus melakukan dosa hingga datangnya MATI.....





Klik!...bunyi suis radio yang baru di beli dari kedai komputer di pekan di hidupkan. Disambungkan kepada pemain usb, memperdengarkan alunan ayat-ayat yang telah lama tidak di perdengarkan kepada telinganya. Kaget seketika mendengar ayat-ayat yang indah, tersusun rapi dengan kata-kata yang tak dapat di tiru oleh manusia, yang tidak dapat di cetak semula oleh manusia..Ahh! Indah sungguh di perdengarkan semula tetapi hatinya di landa gundah gelana,hiba,sebak,resah tatkala memikirkan masaalah yang di tanggung. Biarpun tidak di galas secara zahir namun,andy dapat rasakan perit getir insan yang menangungnya. Kiranya dapat di pikul,akan di pikul olehnya, biarlah dia yang menanggungnya dari melihat "dia" menanggung keseorangan. Pilu di hatinya mula terasa tatkala terdengar sepotong ayat dari radio baru yang tidak berjenama itu. Ayat yang penuh makna, ayat yang ringkas namun hikmah di sebaliknya, maksud di sebaliknya, keindahannya tidak ramai manusia yang sedari hinggalah datangnya penyesalan di atas perbuatan mereka.
Masih terngiang-ngiang di kepala Andy sepotong ayat dari kalamAllah, yang suatu ketika dulu kerap didengarinya di bibir-bibir ustaz dan ustazah semasa di sekolah rendah, agama rakyat bahkan di surau-surau yang seringkali di hadirinya bersama ayahnya suatu ketika dulu.

"Ahhhh!!!!......apa yang telah aku lakukan ini.."!!!!

Bentak hati kecilnya,tak tertanggung rasanya bebanan dan balasan yang di pikul biarpun dia hanya memerhati dari jauh,namun hanya itu yang mampu di lakukan. Tiada siapa boleh di bawa bicara,tiada siapa yang dapat menenangkan hatinya di saat ini..hanya "dia"!. Ya! hanya "dia"...hanya 'dia' yang mampu mengubati hatinya yang runsing, hatinya yang berasa bersalah, hati yang bersarang rasa kesal itu. Namun....Andy takut, malu, kesal dan tatkala ini perasaannya bercampur baur...kasih sayangnya bertukar kesal, cintanya beralih runsing dan
tumpuannya terpesong. Terpesong dari hakikat sebenarnya, terpesong dari niat sucinya dan kesal dengan janjinya. Pelbagai soalan berlegar di kepalanya, berbagai anggapan bermain di kepalanya, namun semakin lama di fikirkan, bertambah buntu dan runsing kepalanya. Tiada satu soalan kepada dirinya terjawab, bahkan membawa beribu persoalan daripada penyelesaian. Seribu satu lorong gelap memenuhi setiap jalan penyelesaian yang di fikirkan olehnya,entah tak terkira beribu pula tanda-tanda kehadiran entiti baru ke dunia.


Semakin buntu Andy apabila memikirkan nasib 'dia' berseorangan menghadapi keresahan, menghadapi talian utuh yang melahirkannya, menghadapai sendiri tiap-tiap butir kehidupan keseorangan tanpa bantuannya. Namun apakan daya, andy sudah melakukannya,melakukan sesuatu yang akan dikesali seumur hidupnya dan pasti seumur hidupnya tidak akan terteram dunia dan akhirat.

"aku bersalah....!!!tapi aku tak pasti....bila?..benarkah?..kenapa?"

Masih kedengaran ayat-ayat suci itu berkumandang....bertambah takut dan gelisah tatkala andy membaca tafsirannya...maksudnya...seksanya,,,nerakanya..syurganya...masharnya...bidadarinya...balasannya......'Aduh!',,!!!!..keluh tatkala memikirkan janji Allah itu......'apa yang telah aku lakukan..!!!'...berkali-kali andy mengucapkan istigfar.....hanya itu yang mampu dilakukan tatkala tiada lagi lagi ketenangan di hatinya.

"Itu adalah janji Allah dia sana nanti...tapi,pasti di alam barzakh nanti akan muncul sebelum datangnya alam yang kekal abadi...!!!"......hatinya terdetik mengingatkan ayat-ayat Allah yang menceritakan perihal kematian keturunan Nabi Adam, dan ingatannya terus melayang memikirkan bacaan talkin ketika pengebumian jenazah di kuburan.Diiringi dedaun layu dan hembusan angin yang seakan mengalu-alukan kedatangan jasad itu ke alam yang baru. Bergetar badannya mengingatkan bacaan talkin yang di bacakan pak imam, di bacakan dengan penuh kusyuk, di selang selikan nada yang keras dan lembut, membawa seribu satu pengajaran kepada yang masih hidup. Andy tersentak setelah pak imam menyoal  si mati tatkala membacakan talkin..lemah lututnya, menggeletar badannya mendengar soalan itu."Ya, barangkali mudah aku menjawabnya ketika aku masih bernafas dengan izinNya.. namun dapatkah aku menjawabnya tatkala tiba waktu ku kelak?"....

"Siapakah Tuhan kamu? 
Siapakah Nabi kamu? 
Apakah agama kamu? 
Apakah kiblat kamu? 
Siapakah saudara kamu? 
Apakah pegangan iktikad kamu? 
Dan apakah kalimah yang kamu bawa bersama-sama kamu?"



Ditambah dengan peringatan, ingatan kepada yang masih hidup. Menceritakan tentang janji Allah kepada umat manusia. Janji yang pasti tiba. Janji Allah yang tiada cacat celanya. Andy menangis mengenangkan dosa-dosa lalu, biarpun hanya sekelumit, pasti akan di balas setiap perbuatannya, dan itu janji Allah

"Insaflah wahai polan Bin polan, bahawasenya mati ini adalah benar, soalan malaikat Mungkar dan Nakir di dalam kubur ini adalah benar,bangun dari kubur kemudian kita dihidupkan semula adalah benar,berkumpul dan berhimpun di Padang Mahsyar adalah benar, dihisab dan dikira segala amalan kamu adalah benar, minum di kolam air nabi adalah benar, ada syurga dan neraka adalah benar."


Sedang Andy mengelamun, telefon yang di letakkan di biliknya yang suram itu yang hanya disinari cahaya hujung petang berbunyi berkali-kali.Pesanan ringkas diterima bersama sepotong ayat yang tak diundang oelh Andy, namun itu semua sudah terlambat...terlambat untuk berbicara, terlambat untuk memutarkan watu yang indahnya dahulu.Semuanya terkubur dek nafsu dan sifat-sifat syaitan yang pastinya menjulurkan iman insan ke lembah yang gelap,pekat dengan hawa serakah, seiring dengan sifat-sifat syaitan.....






BERSAMBUNG..

0 comments:

Share it, Like it, Twitter it even Email it

Premium Blogspot Templates
Copyright © 2012 PENDETA HATI